Bagaimana Memulai Menulis?

Muqodimah

Judul tulisan ini barangkali menjadi pertanyaan awal sekaligus masalah bagi para pemula yang ingin menulis. Seperti semua jenis kegiatan lain, menulis pun memiliki kesulitan dan kemudahan. Yang seharusnya dilakukan adalah memulai, bukan sebaliknya mengumpulkan segudang kelemahan yang menjadi penghambat untuk bisa menulis. Belum mulai menulis tapi sudah menghakimi bahwa menulis itu susah. Kalimat “Tidak Bisa” diucapkan diakhir, setelah semua usaha dilakukan namun tetap tidak mampu, bukan diucapkan dipermulaan sebelum melakukan proses apapun sehingga menjadi penghambat kreatifitas.

Menulis, Penulis, Pakar Menulis, dan Tulisan yang bermanfaat

Sebelum memulai menulis, Anda harus membedakan antara “Menulis”, “Penulis” dan “Pakar Menulis”. Mari membuka senjata utama dalam menulis, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut KBBI, Menulis artinya: 1. Membuat huruf (angka dsb.) dengan pena (pensil, kapur, dsb); 2. Melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan; 3. Menggambar, melukis; 4. Membatik (kain). Penulis artinya: 1. Orang yg menulis; 2. Pengarang; 3. Panitera, sekretaris, setia usaha; 4. Pelukis, penggambar. Pakar artinya: ahli, spesialis. Pakar Menulis adalah orang yang ahli di bidang kepenulisan.

Melihat definisi Menulis dan Penulis, sepertinya tidak sulit untuk memulai menulis. Ambil pena dan kertas lalu mulailah menulis, itulah modal awal untuk menulis, sangat sederhana. Jadi, yang harus kuat pondasinya adalah keinginan untuk menghasilkan tulisan, bukan untuk memaksa diri melahirkan tulisan yang berkualitas. Sebab, ada tahapan yang harus dilalui secara gradual (bertahap) mulai dari level basic, intermediate sampai expert.

Adapun untuk bisa menjadi Pakar Menulis tentu memerlukan waktu. Predikat ini akan tercapai sambil berjalannya waktu (learning by doing), dengan meningkatkan kualitas tulisan. Ada yang harus Anda catat, bahwa Pakar Menulis adalah orang yang sangat paham tentang dunia kepenulisan: cara menulis, metodologi, tata bahasa, alur, plot, diksi, dan segudang istilah kepenulisan lainnya. Akan tetapi, bukan berarti Pakar Menulis juga menjadi pakar dalam semua topik atau semua disiplin ilmu.

Point selanjutnya yang harus menjadi dasar bagi kita untuk menulis adalah menghasilkan tulisan yang bermanfaat. Yang dimaksud dengan tulisan yang bermanfaat adalah tulisan yang lahir dari seseorang yang punya bakat tertentu kemudian membuat tulisan berdasarkan bakatnya. Atau punya keahlian di bidang tertentu kemudian menulis sesuai dengan keahliannya tersebut. Atau orang yang melihat suatu masalah dan ia punya jawaban atau solusi untuk permasalahan tersebut kemudian menulisnya agar bisa memberi manfaat.

Tulisan yang bermanfaat bisa lahir dari orang yang sama sekali tidak faham metodologi kepenulisan, dari seorang ustadz yang bukan guru Bahasa Indonesia, atau bahkan dari seorang santri yang jelas bukan pakar menulis. Namun, tulisannya berisi solusi, memberikan pencerahan dan melahirkan semangat untuk maju dan berprestasi.

Inilah tujuan utama dari artikel ini, yaitu ajakan untuk menuliskan sesuatu yang bermanfaat sesuai latar belakang dan kemampuan masing-masing, dengan harapan tulisan tersebut bisa bermanfaat dan menjadi tabungan kebaikan. Melepaskan diri dari belenggu kepakaran dan keahlian yang menghambat pemula untuk mau belajar. Sebab, cita rasa menulis dan kualitas tulisan akan berkembang setelah menulis berulang-ulang.

Bagaimana memulai?

Seperti sudah disebut diatas, caranya sangat mudah dan simple, ambil pena dan kertas lalu menulislah! Tapi mungkin bagi sebagian orang, walaupun pena dan kertas sudah tersedia, sepertinya tangan berubah menjadi seberat gunung atau seperti mobil mogok yang harus didorong atau diderek. Untuk memberi motivasi, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, diantaranya: Baca entri selengkapnya »

Iklan