Ukuran Kertas Foto Seri R

Tugas dari kantor biasanya cetak foto-foto laporan, 3R, 10R, dst. Karena saya termasuk agak lelet dalam menghafal angka, maka saya simpan saja disini agar bisa dilihat dengan mudah:

SERI R

  • 2R = 6,0 x 9,0cm
  • 3R = 8,9 x 12,7cm
  • 4R = 10,2 x 15,2cm
  • 5R = 12,7 x 17,8cm
  • 6R = 15,2 x 20,3cm
  • 8R = 20,3 x 25,4cm
  • 8R+ = 20,3 x 30,5cm
  • 10R = 25,4 x 30,5cm
  • Dst.

 

SERI A

  • A3 = 29,7 x 42,0cm
  • A3+ = 31,8 x 48,0cm
  • A4 = 21,0 x 29,7cm
  • Dst.

 

Sebenarnya ukurannya sangat banyak, tapi saya cuma comot sedikit yang sering saya gunakan, untuk lengkapnya silahkan menuju ke sumber aslinya di http://wafrha.wordpress.com/2014/08/19/jenis-ukuran-kertas/

 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Malam Ied barangkali tidak sempat posting, maka walaupun masih tiga hari lagi, saya ucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

 

kartu lebaran _aseproni

Sang Pembelajar

 Anak laki-laki itu hanya tamat Sekolah Dasar (dulu Sekolah Rakyat). Kemudian masuk Madrasah Thawalib yang didirikan bapaknya. Tapi sering membolos. Bahkan kemudian berhenti sekolah dan mengikuti Tukang Kaba (tukang cerita keliling).

Usia bertambah. Membangkitkan kesadaran. Tanpa ilmu Ia bisu, tanpa agama Ia hina. Ia  belajar dan terus belajar. Otodidak sejati. Tidak pernah lagi mengenyam pendidikan fomal, menengah maupun bangku kuliah. Ia telaah Kutubut-turats berbahasa Arab. Ia pelajari literasi berbahasa Inggris. Ia kunyah buku-buku sastra. Ia lahap sejarah. Ia kaji buah karya para pemikir muslim dan  barat. Dalam kamusnya, tak ada dikhotomi ilmu agama dan ilmu dunia, semua Ia baca. Tak ada klasifikasi disiplin ilmu yang menyekat, untuk berhenti belajar. Ia berusaha keras, menguasai semua.

Suatu ketika, ia mencium tangan ayahnya, meminta ijin untuk pergi. Mengembara entah kemana. Padahal, Ia berniat melaksanakan ibadah haji ke Mekah. Ia mencari biaya sendiri. Setelah sampai disana, barulah Ia berkirim surat bahwa Ia sudah berada di tanah suci. Sang ayah terharu, air matanya menitik. Anak yang susah diatur itu sudah menemukan jati dirinya.

Waktu berlalu, puncak kematangan intelektual ia capai. Sederet karya tulis menjadi warisan berharga yang ia tinggalkan untuk generasi bangsa yang hidup setelahnya. Silahkan baca Buku ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk’, akan Anda dapati bahwa pengarangnya orang yang faham sastra dan tren budaya di zamanya.  Silahkan baca buku ‘Dari Perbendaharaan Lama’, akan anda dapati bahwa pengarangnya orang yang faham Sejarah Islam. Sejarawan budayawan yang nyastra. Dalam buku tersebut, Ia menyebutkan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7, lebih cepat 4 abad dibandingkan tulisan yang ada di buku-buku sejarah Indonesia, abad ke-11. Ia bahas sejarah ibarat sebuah kisah. Baca entri selengkapnya »

BUKU API SEJARAH, Hadiah Dari Seorang Sahabat

Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi Meninggal

Kemarin, Kamis, 21 Maret 3013 M – 9 Jumadil Akhir 1434 H seorang ulama besar muslim kelahiran Turki berkebangsaan Syiria,  Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi telah meninggal dunia. Rasa sedih yang  mendalam saya rasakan, satu-satu para ulama besar meninggal dunia. Padahal, regenerasi ulama termasuk salah satu yang paling sulit dilakukan.

Beliau meninggal saat mengajar dan penyebab kematianya karena bom bunuh diri (entah dari pihak mana), dua puluh orang lainya ikut meninggal bersama beliau (dari berbagai sumber).

Muhammad-Said-Ramadhan-Al-Buthi-Crop Baca entri selengkapnya »

Buku Perang Sabil di Nusantara, telah tiba

Minggu Kemarin, Kamis, 14 Maret 2013 M – 2 Jumadil Awwal 1434 H, buku Buku Perang Sabil di Nusantara telah tiba, dikirim dari Penerbit Media Madania. Kebetulan, saya sedang berada di luar kota dan baru membuka kiriman tersebut Ahad malam. Karena berbagai kesibukan menyita waktu sehingga cukup sulit untuk sekedar menambah posting, baru sekarang buku ini naik ke blog.

perang sabil1a

Baca entri selengkapnya »

Ayo Desain Rumah Sendiri dengan Google Sketch Up

ini posting asli hasil iseng, saya bukan desainer dan tidak punya latar belakang desain apalagi arsitektur, teknik sipil atau apalah namanya. tapi, saya adalah penganut kalimat, “Kalau orang lain bisa, saya juga pasti bisa!”

ya, kita juga pasti bisa, hanya kualitas akan berbeda antara amatir dengan profesional, antara pemula dengan master. wajar. yang ga wajar adalah punya mimpi tapi tidak mau realisasi, punya cita-cita tapi hanya berpangku tangan seperti si Kabayan.

walaupun si Kabayan orang Sunda, tapi orang Sunda bukan si Kabayan. jadi, saya mau bikin rumah dan mau mendesain sendiri rumah tersebut dengan Google Sketchup dan Sweet Home 3D.

Untuk tutorial dasar membuat desain dengan Google Sketchup, silahkan kunjungi posting saya di link ini!

ini hasil iseng-iseng mendesain amatiran.

******************

ini tampilan Google sketchup kosong

00 Baca entri selengkapnya »