Nasyid Sebagai Musik Alternatif

Posting ini bukan untuk membahas perbedaan pendapat tentang hukum musik. Hanya mengambil sisi baik dari musik yang bisa kita ambil. Lirik yang baik, berisi nasihat, memuat penyadaran, memberi kesadaran, mengingatkan, memberi nasihat, dan lain-lain.

Jika kita belum bisa meninggalkan musik, maka ambilah yang memiliki sisi baik. Nasyid bisa menjadi pilihan  alternatif. Ada banyak nasyid yang dikemas agar menjadi pengingat bagi pendengarnya. Liriknya mengajak kita untuk menyadari kesalahan, mengingatkan untuk tidak melalaikan kewajiban. dst.

Sebaiknya menghindari musik yang mengajak kepada kesesatan dan penyesatan, perusakan karakter dan kepribadian, menyebabkan lalai dari tugas dan kewajiban, mambuat terbuai dalam khayalan semu, dll.

Dibawah ini salah satu contoh nasyid yang cocok untuk anak remaja untuk menghindari hubungan antar lain jenis sebelum pernikahan.

Ini versi konsernya:

Ini Lirik lagunya:

Nantikanku di Batas Waktu

Album : Masa Muda
Munsyid : edCoustic
http://liriknasyid.com
Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kataSungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkanReff :
Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadiKini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu

Lagu/lirik : Deden Supriadi

Pengirim : Irfan

copas dari:

http://liriknasyid.com/index.php/lirik/detail/1329/edcoustic-nantikanku-di-batas-waktu.html

Ditulis dalam Nasyid. Tag: , , . 2 Comments »

2 Tanggapan to “Nasyid Sebagai Musik Alternatif”

  1. nengwie Says:

    Sumuhun kang leres pisan, abdi mah tikapungkur resep ngadangukeun lagu2 Rohanina Bimbo, upami ngadangukeun eta teh sok brey cirambayan ^_^
    *euuuh geuningan eng-ing-eng..cengeng*🙂

    • arhsa Says:

      Sae Teh, Manah Teteh kalebet kanu lemes/lembut gampil ka sentuh. Menangis tak selalu memiliki konotasi cengeng. Ada tangis bahagia, ada tangis haru, ada tangis marah, ada tangis sesal, ada tangis nelangsa, … dan ada tangis kesadaran untuk kembali dan mendekat kepada Sang Pencipta.

      Aya posting abdi di blog ieu ngulas tentang hati, upami teu ngawagel mangga di aos, Insya Allah aya manfaatna:
      https://arhsa.wordpress.com/2009/03/31/hati-memang-unik/


بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: