Kuliah Jum’at-1, Dua Orang Masuk Islam

 *  29 Nov 2013-25 Muharram 1435

 // Batas waktu mengingat manusia sangat terbatas. Dalam dua minggu, isi khutbah (nasihat) jumat sudah terlupa sama sekali.

 // Tulisan ini adalah awal untuk mendokumentasikan hasil-hasil yang berhasil saya serap saat mendengarkan khutbah jumat. Salah satu usaha mengikat ilmu dengan menuliskannya.

 // Jika ada bagian yang bisa saya tambah, saya usahakan menambahkan ayat atau hadits yang berkenaan dengan materi tersebut.

 # Isi khutbah Khutbah jumat 29 Nov 2013-25 Muharram 1435 lupa sama sekali. Padahal cuma dua minggu dan saya pulang kampung. Sepertinya memori/otak mengabaikan semua yang tidak diaanggap penting. Maka, berusahalah mencatat dan menulis semua yang Anda anggap penting langsung saat itu juga. Atau tulislah secara garis besar seperti memo.

 # Dua Orang Masuk Islam: mungkin dalam hidup saya inilah salah satu kejadian yang sangat besar yang pernah saya saksikan. Setelah shalat jumat di Mesjid Al-Iman, dua orang hamba Allah Swt. Datang bersimpuh untuk kembali kepada fitrah mereka, menjadi dua orang muslim.

 # Mereka adalah: Bapak Cung Lip Kong (saya tidak tahu apakah tulisannya benar) dari Jakarta Selatan, sebelumnya beragama Budha. Yang kedua Ibu Mei Hwa (saya juga tidak tahu apakah tulisannya benar) dari Tangerang, juga sebelumnya beragama Budha

 # Saat prosesi pengucapan Dua Kalimat Syahadat, banyak diantara kami yang menghadiri mengucurkan air mata kebahagiaan atas bertambahnya dua orang saudara seiman. Mereka berdua juga menangis bahagia.

 # Setelah resmi menjadi muslim dan muslimah, Bapak Cung Lip Kong merubah namanya menjadi Muhammad Nur Hidayah dan Ibu Mei Hwa menjadi Siti Nurul Hasanah. Dua nama yang sangat indah.

 # Setelah Prosesi, Bapak Cung Lip Kong (saat itu juga) akan berangkat ke Pesantren Darussalam Gontor, Jawa Timur untuk mempelajari Agama Islam lebih lanjut. Sedangkan Ibu Mei Hwa akan berangkat ke Tasikmalaya, mempelajari Agama Islam dengan temannya yang sudah lebih dulu mondok disana.

 # Ada satu kebesaran Allah Swt yang terjadi dalam proses ini. Ternyata, yang mengajak mereka untuk masuk Agama Islam adalah teman mereka yang juga mualaf (baru masuk Islam). Ibu Ismi namanya, mantan anak seorang Pendeta Katholik dan ia sendiri dulunya sebagai Singer di Gereja.

 # Dengan singkat Ibu Ismi ini menceritakan pengalamannya menjadi seorang muslimah. Mengatakan perbedaan dokrin yang sangat berbeda antara konsep Trinitas di ajaran Katholik dan konsep Tauhid dalam ajaran Islam. Dengan fasih dia membacakan Surah Al-Ikhlash yang berisi tentang konsep Tauhid. Bahwa Yesus (Nabi Isa) adalah seorang manusia dan Nabi bukan Tuhan.

// Dalam ajaran Islam dapat mengajak seseorang untuk menjadi muslim/muslimah mendapat pahala yang sangat besar, khoirun min humrin-na’am (lebih baik dari Unta Merah. Bagi Orang Arab saat itu, Unta merah adalah harta paling berharga yang barangkali saat ini bisa setara dengan mobil balap Lamborgini.

 فَوَاللَّهِ لَأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

Artinya:

“Demi Allah. Jika seseorang diantara mereka bisa mendapat hidayah masuk Islam melalui usahamu, maka pahalanya lebih baik bagimu dari seekor Unta Merah”. (HR. Bukhori)

 // Mau mendapat pahala tersebut? Silahkan aplikasikan ajaran Islam dengan baik sesuai tuntunan, agar orang non muslim bisa mendapat Hidayah dari benarnya Agama Islam dan indahnya perilaku orang Islam. Dengan syarat: Tidak ada paksaan (atau usaha memaksa) kepada orang non muslim untuk berpindah agama. Islam bukan untuk dipaksakan, dan menjadi muslim bukan paksaan.

 // Semoga mereka bisa istiqamah dalam menjalankan Agama Islam sampai kematian hadir menjemput mereka dan kembali keharibaan Allah Swt. dengan Ridho dan di ridhoi. Semoga Ibu Ismi juga mendapatkan pahala atas amal baiknya. Amain ya robbal ‘alamin.

 ***

3 Tanggapan to “Kuliah Jum’at-1, Dua Orang Masuk Islam”

  1. nengwie Says:

    Allah menurunkan hidayah-Nya pd yg Dia kehendaki.. Tidak ada yg bisa mencegah/menghalanginya.
    Jazakalloh khoir kang buat postingannya.

    • arhsa Says:

      Sumuhun Teh, leres pisan.
      Afwan, wa iyyakum.
      Saya berdo’a mudah-mudahan ada yang tertarik mengenal dan masuk Islam melalui Teteh disana. Mari kita buktikan bahwa stigma Agama Islam yang negatif adalah tidak benar. Hanya pencitraan mereka yang phobi (Islamophobia) terhadap Agama Islam.
      Islam cinta damai, tidak memaksakan kehendak, disebarkan dengan cinta bukan pedang, toleran, rahmatan lil ‘alamin.


بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: