Tampilan Desktop Linux Mint 14 dengan Rasa Mac OS X

Sedikit narsis, inilah hasil ngoprek desktop Linux Mint 14 (Nadia) dengan cita rasa Mac Os X menggunakan Cairo Dock dan Mac OS X Themes

Perhatikan Icon dan tulisan Apel (apple versi sunda)  di panel atas!

linux mint 14 mac os  x style1

Auuuuuummm… Oh seraaammm!

linux mint 14 mac os  x style2

linux mint 14 mac os  x style3

Nemo (semacam Windows exploler di Microsoft Windows, hasil modif dari Nautilus) dengan rasa Mac OS Xlinux mint 14 mac os  x style4

linux mint 14 mac os  x style5

linux mint 14 mac os  x style6

Tanpa panel atas juga boleh, lebih minimalis tapi lebih eleganlinux mint 14 mac os  x style7

linux mint 14 mac os  x style8

Kalau yang dibawah ini OS (Sistem Operasi) apa ya? logo Start-nya Milik Mac Os X, Bentuk panelnya serupa Windows 7, tapi ada icon terminal.  Ini teh Linux Mint 14, Kang. Pan merubah logo Windows (Start) bagi orang awam seperti saya mah susah pisan, mau pindah-pindah panel juga ribet. Mac Os X juga mana mau dibuat jadi simpel beginih…

Meni asyik nya pake Linux, meni bebas mau inih ituh teh, raos pisang hehehe…

linux mint 14 mac os  x style10

linux mint 14 mac os  x style11

linux mint 14 mac os  x style12

linux mint 14 mac os  x style13

linux mint 14 mac os  x style15

Bilih bade ditambihan nami APEL disisi Logo Apple, mangga, tiasa. Di Windows mah da yakin moal tiasa…

Naha jadi Bahasa Sunda ieu teh, oh… panginten pedah rasa APEL janten nyunda. Mangga atuh diraosan!

linux mint 14 mac os  x style18

Untuk yang mau iseng “ngoprek”, saya belum membuat tutorialnya, silahkan langsung menuju sumber aslinya saja:

http://www.noobslab.com/2013/05/mac-os-x-theme-for-ubuntu-1304-raring.html

kalau mau yang berbahasa Indonesia, ke link ini:

http://route-a.blogspot.com/2013/06/cara-install-tema-macosx-di-linux-mint.html

6 Tanggapan to “Tampilan Desktop Linux Mint 14 dengan Rasa Mac OS X”

  1. perahucadik Says:

    Masalahnya ika kita mau pergunakan Linux di Komputer kita adalah saat kita ingin mengunduh foto ke komputer kita atau memindahkannya ke CD kita,hal itu tidak bisa dilakukan (pengalaman pribadi).

    • arhsa Says:

      Insya Allah bisa.
      Untuk burning ke CD/DVD ada banyak program yang bisa digunakan di Linux:
      Brasero Disc Burner, K3B, GnomeBaker Burning Tool, Nero for Linux, dll.

      Di Linux, saat Anda menginstal Linux (apapun distronya) maka semua program standar sudah ikut terinstal secara otomatis (preinstaled).

      contoh: (aplikasi berikut langsung terinstal saat menginstal Linux)
      Internet: firefox, Deluge (semacam Utorent), Pidgin (semacam YM),
      Office : Open Office atau sekarang Libre Office
      Manajemen partisi : GParted (semacam Partition Magic)
      Sound and video : VLC, Rhytembox (seperti Windows Media player clasic)
      Video editing : Pitivi,(tergantung distro Linux-nya)
      scaner : Simple Scan
      Webcam : Cheese
      Photo editing : Gimp (semacang Photoshop untuk bitmap), Inkscape (semacam Corel Draw untuk vector).
      And much more …

      Mayoritas driver juga sudah otomatis terinstal, contoh:
      – saya punya Scaner merk canoscan lide 25, di Linux sudah bisa langsung dipakai tanpa install driver, menggunakan Simple Scan
      – Webcame bisa langsung dipakai mengambil foto kita untuk avatar saat proses instalasi, setelah terinstal langsung bisa digunakan dengan Chese.

      Belum masalah virus yang bisa disebut minim. juga masalah keamanan dan privasi. akun Guest di Linux hanya bisa mengakses folder Home (semacam My Document) miliknya saja, tidak bisa mengakses partisi data kecuali setelah diberi izin oleh Administrator (Super User).

      Belum lagi isu pembajakan: Membajak Windows dan Membajak software-software, menyalahi hukum, dan ada kemungkinan tidak berkah, karena menggunakan program milik orang lain tanpa izin. Padahal, Ada yang legal dan halal (karena dibolehkan untuk digunakan, dicopy, disebarkan, kalau bisa di edit ulang sesuai selera masing-masing) yaitu Linux dan semua aplikasinya.

      Apalagi, jika komputer hanya digunakan untuk keperluan browsing, searching, blogging, sosial media, dst, Linux sudah jauh dari mencukupi.

      Masalahnya, hanya pembiasaan saja. Sama seperti saat menggunakan Windows diawal belajar, terasa ini susah dan itu sulit. Setelah terbiasa menjadi ketagihan. Begitu juga Linux.

      Saya juga diawal merasa susah menggunakan Linux. karena terbiasa dengan yang mudah di Windows. Dan Linux belum sempurna, belum bisa disebut unggul dari Windows ataupun Mac Os X. Tapi ada keunggulan dan kekurangan dari semua Sistem Operasi yang ada.

      Contoh, sampai saat ini belum ada Word Processor untuk Linux yang bisa menandingi MS. Office Word. Tapi Libre Office, Open Office, Abi Word, KOffice, dll saling melengkapi kekurangan masing-masing. dan sekarang, saya menemukan yang hampir setara, yaitu Kingsoft Office for Linux, boleh dibilang sudah 75%, tinggal menunggu fitur-fitur yang ada di Port ke Linux, dan saya hanya menunggu satu saja: support Bahasa Arab yang masih mereka kerjakan.

      Sebetulnya, hampir semua yang kita lakuakn berbasis komputer dan internet (selain komputer atau laptop pribadi) menggunakan Linux, keluarga Unix (seperti freeBSD) dan aplikasi Open Source.
      Anda browsing internet? hampir semua server menggunakan Linux dan FreeBSD.
      Anda membuat database dengan MySQL, dll. itu aplikasi Open source, tersedia untuk Linux dan Windows.
      Anda Membuat blog di WordPress, WordPress dirilis Open Source.
      Silahkan kunjungi http://sourceforge.net

      Kecuali jika Anda memang seorang profesional, contoh pengguna sejati program-program tertentu yang tidak bisa jalan seratus persen di Linux, seperti keluarga Corel dan keluarga Adobe. Selain itu, siapapun bisa menggunakan Linux. Saya sendiri autodidak. Al-Hamdulillah bisa. Maka, sedikit demi sedikit saya membuat tutorial Linux berbasis pengalaman, dan saya simpan di blog ini, sebagai dokumentasi.

      Mohon maaf kepanjangan. Saya hanya ingin mengajak siapapun untuk berfikir bahwa: terkadang kemudahan tidak mencerdaskan.

      Tapi, saya juga menerima argumen bahwa: bagi sebagian orang mempelajari suatu hal yang baru hanya menghabiskan waktu.

      Apapun Sistem Operasinya yang penting legal.

      • perahucadik Says:

        Bagaimana jika kita mempergunakan dua perangkat lunak sistim operasi (linux & windows) di dalam komputer kita? Aku mempergunakan netbook acer travelmate 6292,apa tidak terlalu membebani perangkat keras netbookku? Apa di linux,perangkat lunak pembasmi virus seperti smadav bisa dipergunakan?

      • arhsa Says:

        Sangat bisa, bahkan saya pernah instal enam OS dalam satu komputer, tiga Windows dan tiga Linux.

        Dual OS/dualboot tidak saling mengganggu, sebab di install di partisi yang berbeda. Kecuali jika di instal via VMware atau virtualbox atau menggunakan Wubi, perlu memori yang cukup besar.

        Melihat spek acer travelmate 6292, sudah lebih dari cukup untuk menginstal Linux. Juga cukup untuk dual boot.

        Sebetulnya saya sudah membuat pandual dual boot atau multiple boot, tapi masih menggunakan Sabily Manarat (Ubuntu 10.04) dan ada beberapa yang harus diperbaiki. buku/ebooknya terdiri dari tiga bagian: seting bios, membuat partisi di Windows dan Linux, serta multiple OS (filenya tercecer jadi belum diupload.
        untuk gambaran silahkan klik link ini https://arhsa.files.wordpress.com/2012/04/membuat-partisi-di-windows-dan-linux.pdf

        Sekarang saya sedang menulis cara mempersiapkan partisi untuk Linux menggunakan Gparted, sebagai edisi revisi untuk link diatas.

  2. lukman Says:

    kang tolong buat tutorialnya dung…🙂

    • arhsa Says:

      di atas ada link tutorial yang bisa dikunjungi, saat ini agak susah mencari waktu luang untuk membuat tutorial, maklum orang kerja. terima kasih sudah berkunjung


بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: