MICROWAVE, Ternyata…?

Kisah ini saya dapat dari milis yang baru saya ikuti kemarin, baru diposting sekarang soalnya pake bahasa arab, jadi nerjemahin dulu. Email pertama mereka yang masuk ke saya adalah kisah nyata tentang Microwave (saya kurang familiar dengan barang ini, baru tahu dari video yang disertakan…gaptek).

Seorang anak laki-laki memanaskan segelas air di microwave, siayah tidak tahu berapa lama anak itu memanaskannya. Tiba-tiba terdengar teriakan. Ternyata ketika anak itu mengeluarkan gelas dari microwave dia tidak melihat tanda-tanda bahwa air itu mendidih, ia dekatkan kemukanya untuk memastikan, tiba-tiba gelas pecah (mungkin karena panas terlalu berlebihan) dan cipratan air panas mengenai muka anak itu dan merusak sebelah matanya.

Si ayah menelpon pabrik microwave itu dan komplain. Mereka bilang seperti itulah keadaanya, jika ingin memanaskan air didalam microwave maka jangan sekedar air saja, tetapi masukan sendok atau satu teh celup didalamnya (yang terpenting jangan didekatkan ke wajah…) untuk menghindari efek panas (seperti saat kita menyeduh kopi dengan air mendidih).

Selalu ada sisi positif dan negativ dari perkembangan teknologi. Maka, marilah selalu berhati-hatilah…!

walaupun saya masih bingung  karena belum  pernah megang Microwave  apalagi mencoba memakainya he…

ini video ilustrasinya

ini link downloadnya

microwave

Ditulis dalam Tak Berkategori. 14 Comments »

14 Tanggapan to “MICROWAVE, Ternyata…?”

  1. nurrahman18 Says:

    wah ga muncul bro…apa browserku yang perlu di refresh yaw

  2. arhsa Says:

    nyangkut ke ruang penangguhan mas,
    selamat datang

  3. faza Says:

    hadiiirrr…
    Innalillah… trus gmn tuh kbr sang korban microwave???
    btw, emang akan lebih baik bila kita baca dulu buku panduan pemakaiannya. pasti lebih aman untuk kita en peralatannya
    ok
    cu…

  4. Riffy Says:

    saia punya microwave jg , yang awalnya bokap saia pikir adalah oven buad manggank kue .
    soalnya di cover ditulis oven .
    paraaah !

  5. Saka Says:

    tok tok tok…….. kamarana nyaaaaaaaaaaaa😆

  6. haniifa Says:

    Wahh… apa baiknya kita kembali ke jaman arang hitam ?!

  7. kolojengking Says:

    Harus hati-hati mas… jauhkan peralatan yang rawan bahaya dari jangkauan anak-anak. He.he.🙂

    • arhsa Says:

      yupz bener mas, jangankan peralatan begitu, beberapa anak didik saya malah perneh nelen jarum pentul bwt kerudung.. sempat khawatir, tapi ga papa cuma disarankan ngonsumsi madu oleh dokter.


بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: