Pelajaran Cinta

Entah mengapa, yang jelas hari ini ingin posting tentang cinta. paling tidak ada tulisan yang bisa untuk dibaca.

Anis Matta menulis :

Memang tidak mudah. sebab tidak karena kamu mencintai, lalu hendak memberi, atau kamu menebar pesona, maka cintamu berbalas. Fakta ini mungkin pahit. tapi begitulah adanya: kadang-kadang kamu harus belajar menepuk angin, bukan tangan lain yang melahirkan cinta. Sebabnya sederhana saja. cinta itu banyak macamnya. ada cinta misi: cinta yang memang kita rencanakan sejak awal. cinta ini lahir dari misi yang suci, didorong oleh emosi kebajikan dan didukung dengan kemampuan memberi. misalnya cinta para nabi kepada umatnya, atau guru kepada muridnya, atau pemimpin kepada rakyatnya, atau ibu kepada anaknya. Jiwamu dan jiwa orang yang kamu cintai tidak mesti bersatu. cinta ini sering tidak berbalas. bahkan sering berkembang jadi permusuhan. lihatlah bagaimana nabi-nabi itu dimusuhi umatnya, atau para ibu yang ditelantarkan anak-anaknya dimasa tua, atau pemimpin yang baik dibunuh rakyatnya, atau guru yang dilupakan murid-muridnya. Inilah cinta yang paling luhur.paling suci. sebagian besar kebaikan yang kita saksikan dalam kehidupan kita, bahkan dalam sejarah umat manusia, sebenarnya adalah buah dari cinta yang lain.

ambilah contoh: 1,3 milyar umat islam saat ini adalah hasil perjuangan berdarah-darah sang Nabi beserta para sahabat-sahabatnya. itu cinta misi. Tapi ada jenis cinta lain. cinta jiwa. cinta ini lahir dari kesamaan atau kegenapan watak jiwa. jiwa yang sama atau berbeda tapi saling menggenapi biasanya akan saling mencintai. cinta ini yang lazim ada dalam hubungan persahabatan dan perkawinan atau keluarga. cinta ini mengharuskan adanya respon yang sama: cinta tidak boleh bertepuk sebelah tangan disini. Inilah cinta yang paling rumit.serumit kimia jiwa manusia… Ada cinta ketiga. cinta maslahat. cinta ini dipertemukan oleh kesamaan kepentingan. mereka bisa berbeda watak atau misi. tapi kepentingan mereka sama maka mereka saling mencintai. misalnya hubungan baik yang lazim berkembang di dunia bisnis. suara ramah dari penjawab telepon, atau senyum manis seorang pramugari, atau layanan sempurna seorang resepsionis hotel: semua berkembang dari kepentingan tapi efektif menciptakan kenyamanan jiwa (confortability). anda adalah bagian dari pekerjaannya. bukan jiwanya. anda adalah kepentingannya. bukan jiwanya.

Entahlah,yang jelas Anis Matta lebih faham apa yang telah ia tuliskan.

Untuk beberapa hati.


Anis Matta, Serial Cinta, hal. 86

Ditulis dalam Cinta. 2 Comments »

2 Tanggapan to “Pelajaran Cinta”

  1. haniifa Says:

    Penulis bisanya memang lebih faham apa yang ditulisnya sendiri….😉

  2. arhsa Says:

    iya mas, sebagian tulisan beliau ga bisa saya fahami


بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: