Potonglah lidah ibuku….

Laki-laki itu diam termangu, betapa tidak, tangan yang begitu berharga kini akan dipotong karena ketahuan mencuri, sesal kemudian tidak berguna. sesaat sebelum eksekusi itu dilaksanakan ia berkata: “kalau kalian hendak memotong tanganku terlebih dahulu kalian harus memotong lidah ibuku.” algojo dan semua yang hadir heran, serentak mereka bertanya “kenapa?!” laki-laki itu menjawab: “ketika aku kecil aku pernah mencuri sebutir telur di rumah tetangga, aku bawa dan aku perlihatkan kepada ibuku. ia berkata : “wah anakku sudah bisa hidup mandiri rupanya”. tak ada teguran tak ada celaan, tak ada marah apalagi bentakan dan pukulan, padahal ia tahu aku mencuri dan aku tidak tahu hukum mencuri itu seperti apa. aku kemudian tumbuh dan tercipta menjadi seperti ini.”

Beberapa tipe orang tua dan anaknya :

pertama : orang tua shalih melahirkan anak shalih. contoh : Rasulullah-Fatimah, Ibrahim-Ismail

kedua : orang tua shalih melahirkan anak buruk. Contoh : Nabi Nuh-anaknya Ketiga : orang tua Buruk melahirkan anak yang shalih. contoh : (bantuin dong..)

keempat : orang tua buruk melahirkan anak buruk. contoh : banyak sekali

Apakah alasan laki-laki itu bisa diterima ?…

~ Ibu adalah murabbiah (pendidik) pertama bagi seorang anak. ibulah yang menanamkan pondasi baik keimanan maupun tingkah laku. bukan berarti peran ayah tidak signifikan, akan tetapi disana ada pembagian tugas. ayah pemilik visi misi dan ibu adalah pelaksana (dengan asumsi ayah lebih banyak diluar untuk mencari nafkah). Imam Syafi’i ditinggal ayahnya ketika beliau masih kecil akan tetapi seluruh isi kepala sang ayah telah dipindahkan kepada ibunya (belajar dari Muttamimul Ula). anak ibarat selembar kertas putih, ibulah yang pertama kali menggoreskan pena diatasnya. ketika ibu mampu mendidik anaknya maka dia telah menyiapkan satu generasi yang baik, peran ibu sangat besar. ~ tidaklah seseorang dibebani kecuali atas apa yang ia lakukan. laki-laki itu bukan anak kecil lagi. ia sudah memiliki nalar untuk menimbang apakah perbuatannya baik atau jelek, melangagar atau tidak.

By. arhsa@yahoo.co.id

Ditulis dalam Tak Berkategori. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Potonglah lidah ibuku….”

  1. haniifa Says:

    Subhanallah…
    Semua contoh diatas khusus titik yang paling extrim dalam kehidupan manusia, sedangkan untuk manusia pada umumnya, semua anak adalah anugrah dari Allah subhanahu wa ta’ala yang sangat-sangat harus di syukuri, Amin.

    Wassalam, Haniifa.


بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: