Kemuliaan dengan ilmu

قال الأحناف : كاد العلماء أن يكونوا أربابا ، وكل عز لم يؤكد بعلم فإلى ذل ما يصير

Kemuliaan yang tidak disertai ilmu akan menjadi kehinaan.

@ Jabatan adalah kemuliaan. jika pemilik jabatan itu adalah orang bodoh maka jabatan yang tadinya kemuliaan akan turun derajatnya menjadi kehinaan.

@ Menjadi orang kaya adalah kemuliaan. akan tetapi, jika tidak berilmu kemuliaan akan menjadi kehinaan. ditunggangi harta bukan sebalknya menunggangi dan mengendalikan harta.

@ Menjadi alim (orang berilmu) adalah kemuliaan. akan tetapi,  jika ia bodoh maka kemuliaan akan menjadi kehinaan.

Adakah orang yang berilmu bodoh? banyak.  ya,  dari sisi intelegensi ia mumpuni. dari pengetahuan ia pakar. dari pengalaman ia ahli. akan tetapi ilmu adalah amal. amal mesti berbuah. buah dari ilmu yang diamalkan adalah menagntarkan pemiliknya pada perubahan watak dan perilaku.

Gelar panjang didepan dan dibelakang nama bukan sebuah jaminan.  bukti berbicara banyak profesor yang inaad. ilmu menjulang namun jiwa ringkih. dengan pongah berteriak lantang. “aku setuju tuhan telah mati. aku mendukung bahwa agama adalah candu.”

Ilmu yang dimiliki hanya sebatas teori. coretan rumus diatas kertas. hapalan kaidah untuk mendapat ijazah.  otak yang brilian tidak menggerakan kepalanya untuk menunduk. ilmu yang didapat hanya sekedar hasil dari interaksi intensif dan berkala dengan ilmu, bukan karena dorongan bahwa ilmu mesti dicari, bukan karena ilmu adalah penopang utama peradaban, bukan karena ilmu akan mengantarkan pada jawaban siapa saya? kenapa ada? mau kemana? apakah ada yang mencipta?

jadi ternyata orang berilmu bisa bodoh, lalu bagaimana dengan orang yang tidak berilmu? nah lho.

Jadi, jangan menjadi orang berilmu yang stagnan. jadilah orang berilmu yang kritis. agar tidak mendaji bodoh untuk kemudian menukar kemuliaan dengan kehinaan. sungguh amat merugi.  apakah waktu dan biaya hanya akan menjadi habaan mantsura? hilang diterpa angin. atau hendak menjadi pohon besar menjulang tinggi keatas tapi berakar serabut?

Carilah ilmu untuk menggapai kemuliaan, dan kemuliaan diakhirat adalah kemuliaan yang abadi. silahkan pilih sendiri, bukan saatnya untuk disuapi.

jakarta 6, Pebruari 2009

By. arhsa@yahoo.co.id

Ditulis dalam Tak Berkategori. 6 Comments »

6 Tanggapan to “Kemuliaan dengan ilmu”

  1. haniifa Says:

    Carilah ilmu untuk menggapai kemuliaan, dan kemuliaan diakhirat adalah kemuliaan yang abadi
    _____________________
    Suatu catatan yang amat berharga sekali buat saya.

    Terimakasih telah diingatkan.

    Wassalam, Haniifa.

    • arhsa Says:

      mas hanifa ini sangat peka dan mustafid (cepat mengambil hikmah).
      ada syair buat mas di halaman awal kitab Ta’lim Muta’allim:
      وكن مستفيدا كل يوم زيادة
      من العلم واسبح فى بحور الفوائد

      “Jadiah seorang mustafid, setiap hari selalu bertambah
      dengan ilmu, dan menyelamlah disamudera manfaat”

      • haniifa Says:

        Alhamdulillahi rabbil’alamin.
        Semoga Allah subhanahu wa ta’ala, melimpahkan taufik dan hidayahNya atas kebaikan saudaraku ini, dengan berlipat ganda . Amin.

        Salam hangat selalu.

        #Haniifa.

      • arhsa Says:

        sama-sama mas, mohon maaf saya belum baca semua postingan mas, insya Allah akan saya baca dan menggali hikmah yang telah mas goreskan disana, pasti lebih banyak buahnya dibanding Goresan Pena saya yang sederhana ini. Allahu yubarik fiikum.

  2. Bid’ah itu artinya budah (busa asbun) « Haniifa Says:

    […] “Jadilah seorang mustafid, setiap hari selalu bertambah dengan ilmu, dan menyelamlah disamudera manfaat” […]

  3. Qisthi Says:

    thx atas infonya,,,,

    linkback…

    http://blogku-fatamorgana.blogspot.com/
    Fatamorgana
    🙂


بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: