Sampai saat ini saya masih mencari Distro Linux yang paling pas untuk saya secara pribadi (dan sekarang pencarian itu akan diakhiri). Walau pencarian itu hanya terpusat pada distro-distro keluarga Debian, terkadang melirik Fedora. Bagi saya distro apapun bisa saya terima, karena saya mengenal dan menggunakan Linux asli otodidak, tidak ada yang mengenalkan apalagi yang membimbing, jika mendapat kesulitan pasti saya pelajari sampai berhasil atau mencari alternatif. Karena awal mengenal Linux tahun 2008 adalah Ubuntu, maka fokus terpusat kepada Ubuntu dan yang serupa dengannya. Saat Fedora 16 (tahun 2011) berhasil saya konek-kan ke internet via modem Smartfren ZTE CE682 saya sangat bahagia. Tapi sekarang modem itu saya istirahatkan.
Sebenarnya, masalah saya hanya satu, yaitu koneksi internet, adapun masalah-masalah lainnya seperti aplikasi bukan merupakan masalah inti, biasa diatasi dengan alternatif yang melimpah di Internet. Dulu, saya menggunakan modem USB Smartfren ZTE AC2726UI kemudian ZTE CE682, setelah Googling sekian lama akhirnya keduanya bisa konek, yang paling stabil di Sabily Badr (Ubuntu 11.04). Maka, sampai pertengahan tahun 2012 saya menjadikan Sabily Badr sebagai primary OS. Sempat saya post di blog ini tanggal 28/05/2011, link
Pertengahan tahun 2012 saya pindah tugas kerja. Al-hamdulillah dapat konekasi cukup bagus dibanding sebelumnya yang mengandalkan modem USB (maklum di pelosok). Tapi, posisi meja kerja saya agak jauh dari Router/Modem, tidak ada instalasi kabel LAN, koneksi internet dibantu dengan USB wifi receiver (saya tidak tahu istilah yang pas) merek Edimax EW-7811UN.
Untuk Windows tidak ada masalah, tapi Linux (seabrek Distro keluarga debian sudah di tes) tidak bisa langsung konek. Saya berhasil konek menggunakan Sabily Badr, tapi karena tidak langsung di dokumentasikan dan akibat sering instalasi banyak distro, maka Sabily Badr yang sudah stabil dengan segala pernak-perniknya sehingga hampir mencapai 20GB (Home) saya hapus. Selamat tinggal Sabily Badr, Andai Developer Sabily.org melanjutkan kerja besar mereka, saya pasti kembali kesana.
Kemudian, sejak Ubuntu 12.04 (Precise pangolin) dirilis, saya ngebet (namanya aja precise, sangat menawan bagi saya, pangolin, cukup langka dan agak susah ditemukan. Jadi, barang langka yang berharga) mau menjadikannya pengganti Sabily Badr. Saya juga ngotot karena ini versi LTS (Long Time Support), jadi bisa santai sampai tahun 2017 dan mau menahan diri untuk tidak instal ulang.
Tapi, ternyata semua ISO images Ubuntu 12.04 yang saya download selalu gagal untuk di install. Ada yang berhasil di Virtualbox tapi gagal di instal ke hardisk. Ada yang di Virtualbox sudah gagal. Saya download Ubuntu 12.04 1386, 12.04 1386 alternate, 12.04.2 amd64, 12.04.2 1386. bahkan mencoba ambil dari dari tempat lain di aarnet.au, sama juga gagal di instal.
Mungkin Mesin yang saya gunakan kurang support terutama VGA AMD Catalist. Sebab, PCLINUXOS (minime dan fullmonty yang bela-belain di download padahal ukurannya gede banget) dan beberapa distro lain termasuk Blankon 8 Rote dan Blankon 8 Sajadah gagal diinstal. Padahal, sudah menunggu proses download yang cukup lama dan sudah senang mau Instal Sajadah. Bahkan, Linux Mint 13 Maya Cinnamon yang merupakan turunan Ubuntu 12.04 juga gagal (padahal sebagai kandidat alternatif terkuat). Akhirnya saya menyerah, kemudian fokus pada dua distro saja; Ubuntu dan Linux Mint. Mana diantara keduanya yang bisa konek internet menggunakan Edimax EW-7811UN, maka itu yang akan saya jadikan pilihan utama.
Ubuntu 13.04 (Raring Ringtail) hadir dan saya pun berburu dengan cepat. Al-hamdulillah, bisa di install di hardisk. Tampilannya sungguh menawan. Terasa jauh berbeda suasananya dengan tahun 2008 lalu saat saya mencoba Ubuntu 8.10 untuk pertama kalinya. Desktop Modern, saya hampir tidak percaya bahwa Ubuntu ini Free. Tapi, saya kembali kecewa, Edimax EW-7811UN bisa terbaca namun tidak bisa konek, usaha keras belum membuahkan hasil.
Karena saya tetap keukeuh harus menggunakan Linux, maka akhirnya saya melirik distro turunan Ubuntu yang sangat populer (paling tidak menurut Distrowatch) Linux Mint. Saya ambil versi 14 Nadia, karena saya suka dengan Cinnamon, maka Cinnamon yang saya pilih. Hasilnya, sangat menggembirakan, Edimax EW-7811UN bisa konek setelah melakukan “sedikit” sentuhan (Insya Allah nanti di posting). Bahkan (setelah tadi disentuh “sedikit”) saat Linux Mint 14 Cinamon ini dinyalakan (menampilkan desktop), internet langsung konek otomatis tanpa harus klik network (always on, begitu kira-kira).
Mungkin, mulai sekarang saya berhenti mengoleksi ISO Images distro-distro Linux. Mau Fokus ke Linux Mint 14 Cinnamon sambil terus ngakalin Ubuntu 13.04 agar bisa akrab dengan Edimax EW-7811UN. Mau fokus mempelajari aplikasi-aplikasi yang ada di Linux (mengikuti saran Mas Malsasa), kalau bisa membuat aplikasi seperti Otodidak atau aplikasi lainnya. Sekarang, kalau mau membuat tutorial-tutorial saya sudah menggunakan Libre Office atau Open Office (dua duanya terinstall), Walaupun keduanya kurang bersahabat dengan gambar yang disisipkan ke dalam teks, mungkin nanti mau menggunakan Scribus biar lebih mudah. Terkadang coret-coret ringan dengan Abi Word (sekarang suport tulisan Arab nya sudah lebih baik). Membuat gambar-gambar vektor sederhana dengan Inkscape. Buka-buka Gimp. Dan nanti akan kembali menyambangi Netbeans, kemarin sudah di instal.
Dibawah ini langkah-langkah instalasi Linux Mint 14 Nadia Cinnamon secara ringkas. Untuk seting partisi di Linux silahkan kunjungi/download tulisan saya di link ini, untuk mendownload Linux Mint 14 silahkan melalui link ini. Untuk cara burning ke DVD atau ke USB flashdisk silahkan Googling atau bisa download panduan “PDF” dari situs Linux Mint di link ini (ada yang berbahasa Indonesia, untuk versi 13 Maya, tapi secara umum langkah-langkahnya sama). Saya belum sempat membuat tutorialnya.
***
1. Masukan DVD/USB Flashdisk Linux Mint 14 Nadia (saya mengunakan Flashdisk), atur agar boot dari DVD/removable drive. Tunggu sampai muncul tampilan desktop. Klik dua kali icon “Install Linux Mint” !
2. Pilih bahasa yang Anda gunakan, saya menggunakan bahasa default (bawaan) English. Klik “Continue” !
3. Tersedia partisi untuk Menginstal Linux Mint 14, paling tidak 6GB. Cara membuat partisi silahkan lihat/download melalui link yang saya sediakan diatas.
4. Wireles milik saya, dengan Edimax EW7811UN, karena belum konek maka saya pilih opsi pertama “I don’t want to connect to…”.
5. Pilih tipe instalasi, saya sudah menginstal Ubuntu 13.04 di salah satu partisi hardisk eksternal dan sudah ada Windows 7 di komputer yang digunakan untuk instalasi. maka, saya memilih opsi ketiga “Something else”.
6. Karena Linux Mint 14 ini saya instal di hardisk eksternal, dan saat instalasi terbaca sebagai /dev/sdc (/dev/sda = hardisk internal, /dev/sdb = flashdisk yang dijadikan media instalasi). Di bawahnya ada partisi-partisi yang sudah siap digunakan; /sdc1 untuk swap, /sdc2 sudah berisi Ubuntu 13.04, /sdc3 untuk sekarang menginstal Linux Mint 14, /sdc10 (di dalam partisi extended/logical ) untuk Home atau untuk tes instal distro lain. kalau terus digeser kebawa ada partisi-partisi dengan format NTFS untuk menyimpan data agar bisa di akses di Windows.
* agar tidak lupa, karena saya menginstal Linux Mint 14 di hardisk eksternal, maka boot loader (MBR) saya arahkan ke hardisk eksternal (toshiba 500GB) bukan hardisk internal di komputer (/dev/sda). Posisinya di /dev/sdc, lihat di sebelah bawah!
Klik “/dev/sdc2″ kemudian klik “Change…” !
7. Akan muncul tabel berikut. Silahkan ikuti seperti dibawah, Use as: Ext4 Journaling file system, Format the partition (x), Mount point: / Klik “OK” !
8. Hasilnya seperti gambar dibawah, berarti persiapan partisi sudah selesai. Jika sudah oke, klik “Install Now” !
(Catatan: jika Linux Mint 14 di instal ke hardisk internal silahkan pilih /dev/sda -kalau cuma satu- untuk menginstal boot loader/GRUB, sedangkan jika ke hardisk eksternal/flashdisk maka harus mengarahkan ke hardisk/flashdisk tersebut. Itu berguna saat hardisk tersebut di pake di komputer/laptop lain, Linux Mint 14 langsung bisa dijalankan. Sedangkan jika di instal di hardisk internal, maka harus update GRUB saat di gunakan di komputer/laptop lain. Silahkan pilih sesuai keinginan Anda)
9. Instalasi dimulai. Pilih kota tempat Anda tinggal, saya pilih Jakarta.
10. Pilih Keyboard layout, biasanya menggunakan default English (US), kecuali jika Anda hacker sejati yang akrab dengan Devorak dll.
11. Masukan data diri Anda
12. Konsfigurasi selesai, Linux Mint 14 sedang di instal, silahkan menunggu sambil baca-baca fitur yang ada. Lama proses instalasi tergantung spesifikasi komputer yang Anda gunakan.
13. Instalasi selesai. Klik “Continue Testing” jika Anda masih ingin mengeksplorasi Linux Mint 14 secara live, klik “Restart Now” jika ingin langsung mencicipi Linux Mint 14 yang sudah terinstal.
Ini adalah desktop Linux Mint 14 Nadia Cinnamon yang sudah saya rubah wallpaper-nya. Sangat sederhana tapi luar biasa. Bagi Anda yang mau migrasi dari Windows tampilan ini tidak membuat kaget, bukan?
Internet via Edimax EW-7811UN sudah aktif setelah mengalami “sedikit” sentuhan. (Tulisan ini pun langsung dibuat di WordPress via Linux Mint 14 Nadia Cinnamon, sangat stabil)
Nautilus (seperti Windows eksploler di Windows).
Tampilan blog saya, posting terakhir sebelum tulisan tentang instalasi Linux Mint 14 ini di terbitkan.
Sebagai Apresiasi, saya tampilkan Aplikasi Otodidak karya Mas Malsasa. Sangat menawan, simpel, mudah dipahami, dan sangat lengkap. Bagi Anda yang tertarik silahkan download melalui link Otodidak yang saya sediakan diatas.
Bagian ini yang paling saya suka, betul-betul open source, membuat penasaran dan semangat untuk bisa berkarya. Semoga Otididak behind the scene segera muncul ke dunia maya. (jazakalloh khoiron ya akhi Malsasa).
Sekian. Semoga bermanfaat.
Tulisan ini tersedia dalam format PDF, silahkan klik di sini atau di halaman download. (link belum dibuat)



































