Linux Mint 14 Nadia, Resmi di Instal

Sampai saat ini saya masih mencari Distro Linux yang paling pas untuk saya secara pribadi (dan sekarang pencarian itu akan diakhiri). Walau pencarian itu hanya terpusat pada distro-distro keluarga Debian, terkadang melirik Fedora. Bagi saya distro apapun bisa saya terima, karena saya mengenal dan menggunakan Linux asli otodidak, tidak ada yang mengenalkan apalagi yang membimbing, jika mendapat kesulitan pasti saya pelajari sampai berhasil atau mencari alternatif. Karena awal mengenal Linux tahun 2008 adalah Ubuntu, maka fokus terpusat kepada Ubuntu dan yang serupa dengannya. Saat Fedora 16 (tahun 2011) berhasil saya konek-kan ke internet via modem  Smartfren ZTE CE682 saya sangat bahagia. Tapi sekarang modem itu saya istirahatkan.

Sebenarnya, masalah saya hanya satu, yaitu koneksi internet, adapun masalah-masalah lainnya seperti aplikasi bukan merupakan masalah inti, biasa diatasi dengan alternatif yang melimpah di Internet. Dulu, saya menggunakan modem USB Smartfren ZTE AC2726UI kemudian ZTE CE682, setelah Googling sekian lama akhirnya keduanya bisa konek, yang paling stabil di Sabily Badr (Ubuntu 11.04). Maka, sampai pertengahan tahun 2012 saya menjadikan Sabily Badr sebagai primary OS. Sempat saya post di blog ini tanggal 28/05/2011, link

Pertengahan tahun 2012 saya pindah tugas kerja. Al-hamdulillah dapat konekasi cukup bagus dibanding sebelumnya yang mengandalkan modem USB (maklum di pelosok). Tapi, posisi meja kerja saya agak jauh dari Router/Modem, tidak ada instalasi kabel LAN, koneksi internet dibantu dengan USB wifi receiver (saya tidak tahu istilah yang pas) merek Edimax EW-7811UN.

Untuk Windows tidak ada masalah, tapi Linux (seabrek Distro keluarga debian sudah di tes) tidak bisa langsung konek. Saya berhasil konek menggunakan Sabily Badr, tapi karena tidak langsung di dokumentasikan dan akibat sering instalasi banyak distro, maka Sabily Badr yang sudah stabil dengan segala pernak-perniknya sehingga hampir mencapai 20GB (Home) saya hapus. Selamat tinggal Sabily Badr, Andai Developer Sabily.org melanjutkan kerja besar mereka, saya pasti kembali kesana.

Kemudian, sejak Ubuntu 12.04 (Precise pangolin) dirilis, saya ngebet (namanya aja precise, sangat menawan bagi saya, pangolin, cukup langka dan agak susah ditemukan. Jadi, barang langka yang berharga) mau menjadikannya pengganti Sabily Badr. Saya juga ngotot karena ini versi LTS (Long Time Support), jadi bisa santai sampai tahun 2017 dan mau menahan diri untuk tidak instal ulang.

Tapi, ternyata semua ISO images Ubuntu 12.04 yang saya download selalu gagal untuk di install. Ada yang berhasil di Virtualbox tapi gagal di instal ke hardisk. Ada yang di Virtualbox sudah gagal. Saya download Ubuntu 12.04 1386, 12.04 1386 alternate, 12.04.2 amd64, 12.04.2 1386. bahkan mencoba ambil dari dari tempat lain di aarnet.au, sama juga gagal di instal.

Mungkin Mesin yang saya gunakan kurang support terutama VGA AMD Catalist. Sebab, PCLINUXOS (minime dan fullmonty yang bela-belain di download padahal ukurannya gede banget) dan beberapa distro lain termasuk Blankon 8 Rote dan Blankon 8 Sajadah gagal diinstal. Padahal, sudah menunggu proses download yang cukup lama dan sudah senang mau Instal Sajadah. Bahkan, Linux Mint 13 Maya Cinnamon yang merupakan turunan Ubuntu 12.04 juga gagal (padahal sebagai kandidat alternatif terkuat). Akhirnya saya menyerah, kemudian fokus pada dua distro saja; Ubuntu dan Linux Mint. Mana diantara keduanya yang bisa konek internet menggunakan Edimax EW-7811UN, maka itu yang akan saya jadikan pilihan utama.

Ubuntu 13.04 (Raring Ringtail) hadir dan saya pun berburu dengan cepat. Al-hamdulillah, bisa di install di hardisk. Tampilannya sungguh menawan. Terasa jauh berbeda suasananya dengan tahun 2008 lalu saat saya mencoba Ubuntu 8.10 untuk pertama kalinya. Desktop Modern, saya hampir tidak percaya bahwa Ubuntu ini Free. Tapi, saya kembali kecewa, Edimax EW-7811UN bisa terbaca namun tidak bisa konek, usaha keras belum membuahkan hasil.

Karena saya tetap keukeuh harus menggunakan Linux, maka akhirnya saya melirik distro turunan Ubuntu yang sangat populer (paling tidak menurut Distrowatch) Linux Mint. Saya ambil versi 14 Nadia, karena saya suka dengan Cinnamon, maka Cinnamon yang saya pilih. Hasilnya, sangat menggembirakan, Edimax EW-7811UN bisa konek setelah melakukan “sedikit” sentuhan (Insya Allah nanti di posting). Bahkan (setelah tadi disentuh “sedikit”) saat Linux Mint 14 Cinamon ini dinyalakan (menampilkan desktop), internet langsung konek otomatis  tanpa harus klik network (always on, begitu kira-kira).

Mungkin, mulai sekarang saya berhenti mengoleksi ISO Images distro-distro Linux. Mau Fokus ke Linux Mint 14 Cinnamon sambil terus ngakalin Ubuntu 13.04 agar bisa akrab dengan Edimax EW-7811UN. Mau fokus mempelajari aplikasi-aplikasi yang ada di Linux (mengikuti saran Mas Malsasa), kalau bisa membuat aplikasi seperti Otodidak atau aplikasi lainnya. Sekarang, kalau mau membuat tutorial-tutorial saya sudah menggunakan Libre Office atau Open Office (dua duanya terinstall), Walaupun keduanya kurang bersahabat dengan gambar yang disisipkan ke dalam teks, mungkin nanti mau menggunakan Scribus biar lebih mudah. Terkadang coret-coret ringan dengan Abi Word (sekarang suport tulisan Arab nya sudah lebih baik). Membuat gambar-gambar vektor sederhana dengan Inkscape. Buka-buka Gimp. Dan nanti akan kembali menyambangi Netbeans, kemarin sudah di instal.

Dibawah ini langkah-langkah instalasi Linux Mint 14 Nadia Cinnamon secara ringkas. Untuk seting partisi di Linux silahkan kunjungi/download tulisan saya di link ini, untuk mendownload Linux Mint 14 silahkan melalui link ini. Untuk cara burning ke DVD atau ke USB flashdisk silahkan Googling atau bisa download panduan “PDF” dari situs Linux Mint di link ini (ada yang berbahasa Indonesia, untuk versi 13 Maya, tapi secara umum langkah-langkahnya sama). Saya belum sempat membuat tutorialnya.

***

1. Masukan DVD/USB Flashdisk  Linux Mint 14 Nadia (saya mengunakan Flashdisk), atur agar boot dari DVD/removable drive. Tunggu sampai muncul tampilan desktop. Klik dua kali  icon “Install Linux Mint” !

Screenshot from 2013-05-12 11:37:32

2. Pilih bahasa yang Anda gunakan, saya menggunakan bahasa default (bawaan) English. Klik “Continue” !

Screenshot from 2013-05-12 11:38:00

3. Tersedia partisi untuk Menginstal Linux Mint 14, paling tidak 6GB. Cara membuat partisi silahkan lihat/download melalui link yang saya sediakan diatas. 

Screenshot from 2013-05-12 11:38:16

4. Wireles milik saya, dengan Edimax EW7811UN, karena belum konek maka saya pilih opsi pertama “I don’t want to connect to…”.

Screenshot from 2013-05-12 11:38:20

5.    Pilih tipe instalasi, saya sudah menginstal Ubuntu 13.04  di salah satu partisi hardisk eksternal dan sudah ada Windows 7 di komputer yang digunakan untuk instalasi. maka, saya memilih opsi ketiga “Something else”.

Screenshot from 2013-05-12 11:39:39

6.   Karena Linux Mint 14 ini saya instal di hardisk eksternal, dan saat instalasi terbaca sebagai /dev/sdc (/dev/sda = hardisk internal, /dev/sdb = flashdisk yang dijadikan media instalasi). Di bawahnya ada partisi-partisi yang sudah siap digunakan; /sdc1 untuk swap, /sdc2 sudah berisi Ubuntu 13.04, /sdc3 untuk sekarang menginstal Linux Mint 14, /sdc10 (di dalam partisi extended/logical ) untuk Home atau untuk tes instal distro lain. kalau terus digeser kebawa ada partisi-partisi dengan format NTFS untuk menyimpan data agar bisa di akses di Windows.

* agar tidak lupa, karena saya menginstal Linux Mint 14 di hardisk eksternal, maka boot loader (MBR) saya arahkan ke hardisk eksternal (toshiba 500GB) bukan hardisk internal di komputer (/dev/sda). Posisinya di /dev/sdc, lihat di sebelah bawah!

Klik “/dev/sdc2″ kemudian klik “Change…” !

Screenshot from 2013-05-12 11:40:25

7. Akan muncul tabel berikut. Silahkan ikuti seperti dibawah, Use as: Ext4 Journaling file system, Format the partition (x), Mount point: /    Klik “OK” !

Screenshot from 2013-05-12 11:40:41

8. Hasilnya seperti gambar dibawah, berarti persiapan partisi sudah selesai. Jika sudah oke, klik “Install Now” !

(Catatan: jika Linux Mint 14 di instal ke hardisk internal silahkan pilih /dev/sda -kalau cuma satu- untuk menginstal boot loader/GRUB, sedangkan jika ke hardisk eksternal/flashdisk maka harus mengarahkan ke hardisk/flashdisk tersebut. Itu berguna saat hardisk tersebut di pake di komputer/laptop lain, Linux Mint 14 langsung bisa dijalankan. Sedangkan jika di instal di hardisk internal, maka harus update GRUB saat di gunakan di komputer/laptop lain. Silahkan pilih sesuai keinginan Anda)

Screenshot from 2013-05-12 11:40:50

9. Instalasi dimulai. Pilih kota tempat Anda tinggal, saya pilih Jakarta.

Screenshot from 2013-05-12 11:40:59

10. Pilih Keyboard layout, biasanya menggunakan default English (US), kecuali jika Anda hacker sejati yang akrab dengan Devorak dll.

Screenshot from 2013-05-12 18:41:04

11. Masukan data diri Anda

Screenshot from 2013-05-12 18:41:26

12. Konsfigurasi selesai, Linux Mint 14 sedang di instal, silahkan menunggu sambil baca-baca fitur yang ada. Lama proses instalasi tergantung spesifikasi komputer yang Anda gunakan.

Screenshot from 2013-05-12 18:43:18

13. Instalasi selesai. Klik “Continue Testing” jika Anda masih ingin mengeksplorasi Linux Mint 14 secara live, klik “Restart Now” jika ingin langsung mencicipi Linux Mint 14 yang sudah terinstal.

Screenshot from 2013-05-12 18:57:03

Ini adalah desktop Linux Mint 14 Nadia Cinnamon yang sudah saya rubah wallpaper-nya. Sangat sederhana tapi luar biasa. Bagi Anda yang mau migrasi dari Windows tampilan ini tidak membuat kaget, bukan?

Screenshot from 2013-05-16 19:58:16

Internet via Edimax EW-7811UN sudah aktif setelah mengalami “sedikit” sentuhan. (Tulisan ini pun langsung dibuat di WordPress via Linux Mint 14 Nadia Cinnamon, sangat stabil)

Screenshot from 2013-05-16 19:58:38

Nautilus (seperti Windows eksploler di Windows).

Screenshot from 2013-05-16 20:05:45

Tampilan blog saya, posting terakhir sebelum tulisan tentang instalasi Linux Mint 14 ini di terbitkan.

Screenshot from 2013-05-16 20:06:16

Sebagai Apresiasi, saya tampilkan Aplikasi Otodidak karya Mas Malsasa. Sangat menawan, simpel, mudah dipahami, dan sangat lengkap. Bagi Anda yang tertarik silahkan download melalui link Otodidak yang saya sediakan diatas.

Screenshot from 2013-05-16 23:51:31

Screenshot from 2013-05-16 23:51:38

Screenshot from 2013-05-16 23:52:13

Bagian ini yang paling saya suka, betul-betul open source, membuat penasaran dan semangat untuk bisa berkarya. Semoga Otididak behind the scene segera muncul ke dunia maya. (jazakalloh khoiron ya akhi Malsasa).

Screenshot from 2013-05-16 23:59:49

Sekian. Semoga bermanfaat.

Tulisan ini tersedia dalam format PDF, silahkan klik di sini atau di halaman download. (link belum dibuat)

Sang Pembelajar

 Anak laki-laki itu hanya tamat Sekolah Dasar (dulu Sekolah Rakyat). Kemudian masuk Madrasah Thawalib yang didirikan bapaknya. Tapi sering membolos. Bahkan kemudian berhenti sekolah dan mengikuti Tukang Kaba (tukang cerita keliling).

Usia bertambah. Membangkitkan kesadaran. Tanpa ilmu Ia bisu, tanpa agama Ia hina. Ia  belajar dan terus belajar. Otodidak sejati. Tidak pernah lagi mengenyam pendidikan fomal, menengah maupun bangku kuliah. Ia telaah Kutubut-turats berbahasa Arab. Ia pelajari literasi berbahasa Inggris. Ia kunyah buku-buku sastra. Ia lahap sejarah. Ia kaji buah karya para pemikir muslim dan  barat. Dalam kamusnya, tak ada dikhotomi ilmu agama dan ilmu dunia, semua Ia baca. Tak ada klasifikasi disiplin ilmu yang menyekat, untuk berhenti belajar. Ia berusaha keras, menguasai semua.

Suatu ketika, ia mencium tangan ayahnya, meminta ijin untuk pergi. Mengembara entah kemana. Padahal, Ia berniat melaksanakan ibadah haji ke Mekah. Ia mencari biaya sendiri. Setelah sampai disana, barulah Ia berkirim surat bahwa Ia sudah berada di tanah suci. Sang ayah terharu, air matanya menitik. Anak yang susah diatur itu sudah menemukan jati dirinya.

Waktu berlalu, puncak kematangan intelektual ia capai. Sederet karya tulis menjadi warisan berharga yang ia tinggalkan untuk generasi bangsa yang hidup setelahnya. Silahkan baca Buku ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk’, akan Anda dapati bahwa pengarangnya orang yang faham sastra dan tren budaya di zamanya.  Silahkan baca buku ‘Dari Perbendaharaan Lama’, akan anda dapati bahwa pengarangnya orang yang faham Sejarah Islam. Sejarawan budayawan yang nyastra. Dalam buku tersebut, Ia menyebutkan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7, lebih cepat 4 abad dibandingkan tulisan yang ada di buku-buku sejarah Indonesia, abad ke-11. Ia bahas sejarah ibarat sebuah kisah.

Silahkan baca ‘Tafsir Al-Azhar’, akan anda dapati bahwa pengarangnya orang yang memiliki wawasan luas. Bukan hanya literasi milik kaum muslimin yang dijadikan referensi, tapi karya-karya para pemikir barat seperti Arnold Toynbee dan yang lain juga terdapat disana. Jangan lupa! Buku itu ia tulis didalam penjara!2 Penjara ia jadikan bangku kuliah untuk menghasilkan karya yang tidak kalah kualitasnya dengan mereka yang belajar formal dibawah bimbingan Doktor dan profesor!

Silahkan baca buku-buku lain yang Ia tulis seperti: Tasauf Modern, Dibawah Lindungan Ka’bah, Merantau ke Deli, dan yang lainnya, akan anda dapati bahwa pengarangnya adalah orang yang menguasai banyak hal. Ia menulis banyak buku, 1 ratusan makalah, esei dan artikel yang tersebar diberbagai media masa. Ia juga menguasai jurnalistik. Menjadi pemimpin beberapa majalah, seperti Pedoman Masyarakat, Gema Islam dan Panji Masyrakat.

Saat diamanahi menjadi ketua MUI (Majlis Ulama Indonesia) 26 Juli 1975, ia berhadapan frontal dengan penguasa Orde Baru. Ada budaya baru para pemimpin saat itu, ikut menghadiri perayaan natal bersama kaum kristiani. Demi menjaga aqidah umat Islam, ia mengeluarkan fatwa: Haram hukumnya bagi seorang muslim untuk ikut merayakan natal. Ia dipaksa dan ditekan untuk menarik kembali fatwa tersebut. Tapi, bak batu karang yang kokoh menghadapi deburan ombak, ia menolak untuk menarik fatwa yang telah ia ucapkan. Penolakan itu ia perkuat dengan pengunduran dirinya sebagai ketua MUI saat itu (18 Mei 1981).

Ia mendapat anugerah gelar Doktor Honoris Causa dari UKM (Universitas kebangsaan Malaysia) 7 Juli 1974. bahkan, gelar Profesor pun kemudian ia dapatkan. Sang pembelajar itu adalah seorang Ulama Besar yang tidak hanya diakui di Indonesia tapi juga di Malaysia dan Thailand. Ia adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan nama HAMKA (1908-1981).3 Putra dari DR. Abdul Karim bin Amrullah, yang lebih dikenal dengan Haji Rasul, pelopor gerakan Ishlah (tajdid) di Minangkabau. 4 Baca entri selengkapnya »

BUKU API SEJARAH, Hadiah Dari Seorang Sahabat

Api_Sejarah_4e782cb7e1a8dSumber gambar : http://grafindo.co.id/grafindo/components/com_virtuemart/shop_image/product/Api_Sejarah_4e782cb7e1a8d.jpg

Sejak tahun 2009 saya sudah dapat informasi kehadiran Buku Api Sejarah jilid 1. Karena berbagai hal baru bisa membacanya tahun 2011, itupun tidak tamat. Sekarang, tepatnya kemarin tanggal 23 Maret 2013 M – 11 Jumadil Awal 1434 H seorang sahabat yang sejak tahun 2004 saya ajak secara kontinyu untuk rajin membaca dan mengoleksi buku datang menghadiahkan dua jilid Buku Api Sejarah.

Api_Sejarah_2_4e783a57d5835

Sumber gambar : http://grafindo.co.id/grafindo/components/com_virtuemart/shop_image/product/Api_Sejarah_2_4e783a57d5835.jpg

Saya cukup kaget ketika menerima Buku Api Sejarah ini, soalnya saya sudah punya niat untuk membeli, hanya  kemarin di Islamic Book Fair  tidak sempat untuk membelinya karena sambil mengantar tamu yang dikejar waktu. Sempat juga terpisah dengan rombongan karena saya sibuk mencari buku Suwar min hayatis-shahabah (kisah para sahabat) karya Dr. Abdurrahman Ra`fat Basya, yang akhirnya saya temukan walau cuma dapat jilid kedua karena jilid pertamanya tidak kebagian.

Sahabat saya bilang, “Katanya mau beli buku ini ya, makanya saya beli dua set waktu ke IBF.” Al-Hamdulillah, koleksi saya bertambah. Perlu diketahui buku, DVD (berisi ebook) dan hardisk eksternal (juga berisi ebook) adalah harta kekayaan -intelektual- yang paling berharga bagi saya.

Sepertinya bulan Maret 2013 ini merupakan bulan teguran (dengan cara halus dan elegan) buat saya yang sudah lama (2010-2012) tidak memaksakan diri untuk membeli buku versi cetak dan terlalu keenakan dengan ebook yang bertebaran di internet. Tercatat ada 15 judul  buku dengan ketebalan (jika ditumpuk atau dijejerkan) hampir mencapai setengah meter yang dihadiahkan tiga orang sahabat saya. Jika diuangkan lebih dari Rp. 600.000,-, semuanya di Bulan Maret ini, belum ditambah buku yang saya beli sendiri  sebanyak 8 jilid sekitar Rp. 300.000,- dan satu jilid buku setebal 518 halaman yang sengaja diantar seorang sahabat saya yang lain untuk saya baca (memaksa saya buat membaca buku itu padahal dia sendiri baru membeli dan belum sempat membaca).

Mungkin harta warisan yang sudah ada untuk anak-anak saya (baru punya anak satu usia 17 bulan) adalah koleksi buku. Walaupun jumlahnya sekarang baru ada sekitar 60  buku, 40 eks majalah islami plus tambahan koleksi Bulan Maret ini sebanyak 23 judul. Jadi, total jendral baru ada sekitar 123 judul.

Harapan saya mudah-mudahan perpustakaan pribadi di rumah (rumahnya aja baru pondasi hehehe) minimal 1000 judul, bukan seribu jilid. sebab, kitab-kitab klasik Islam satu judul bisa lebih dari satu jilid tebal, lima jilid, sepuluh jilid, bahkan lima belas jilid dengan ketebalan hampir satu meter (yang belum saya miliki).

Paling tidak, satu disiplin ilmu diwakili dua judul buku, satu berbahasa Indonesia dan satu lagi berbahasa Arab, kalau bisa ditambah satu lagi berbahasa Inggris (harap maklum kemampuan Bahasa Inggris saya tergolong sederhana).  Kalau berbentuk e-book dan perpustakaan digital sih sudah ribuan judul.  Allahummastajib du’aana ya Rob. Ya Allah kabulkanlah cita-cita ini.

Kembali ke Buku Api Sejarah, buku ini ditulis oleh Prof.  Ahmad Mansyur Suryanegara Guru Besar sejarah dari Universitas Padjajaran Bandung. Isinya mengulas sejarah yang tersembunyi dan tidak disebutkan dalam buku-buku sejarah yang selama ini diajarkan di sekolah. Juga mengangkat peran Ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga keutuhan NKRI. Hal ini tertulis dengan jelas dalam judul Buku Api Sejarah jilid 1 “Api Sejarah, Buku Yang akan Mengubah Drastis Pandangan Anda tentang Sejarah Indonesia.” dan judul Buku Api Sejarah jilid 2 yaitu “Api Sejarah 2, Buku yang akan Menuntaskan Kepenasaran Anda akan Kebenaran sejarah Indonesia.”

Posting ini bukan meresensi buku, bagi Anda yang merasa penasaran dengan buku ini silahkan membeli bukunya agar menambah wawasan ke-sejarah-an Anda, untuk  melihat resensi/review/diskusi/seminar buku ini lebih detail  Anda bisa mengunjungi link ini:

http://groups.yahoo.com/group/kisunda/message/39373

Dalam artikel di link diatas ada dua paragraf yang saya sukai dan saya kutip disini, yaitu:

Ucapan penulis, “Saya menggunakan teori yang diungkapkan al-Quran. Saya melakukan puasa dan shalat sebelum menyusun dan menulis. Setiap saya disodorkan pada peristiwa sejarah, pikiran dan hati saya menggerakkan pena untuk menuliskan apa yang ada dibenak berkaitan dengan peristiwa sejarah yang saya bahas,”

“Tasaro GK dengan gayanya yang khas memandu ketiga pembicara yang dari segi usia dapat disebut sepuh. Ahmad Mansur Suryanegara yang menjadi pembicara pertama mengulas isi buku “Api Sejarah” yang ditulisnya dengan gamlang. Masalah peranan ulama dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sedikit nostalgia bersama para ulama yang sudah wafat pun dikemukakan. Bahkan, Ahmad Mansur Suryanegara juga membeberkan proses penulisan buku “Api Sejarah” yang tidak lepas dari wudhu.”

Selamat membaca dan merubah pandangan Anda tentang Sejarah Indonesia!

Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi Meninggal

Kemarin, Kamis, 21 Maret 3013 M – 9 Jumadil Akhir 1434 H seorang ulama besar muslim kelahiran Turki berkebangsaan Syiria,  Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi telah meninggal dunia. Rasa sedih yang  mendalam saya rasakan, satu-satu para ulama besar meninggal dunia. Padahal, regenerasi ulama termasuk salah satu yang paling sulit dilakukan.

Beliau meninggal saat mengajar dan penyebab kematianya karena bom bunuh diri (entah dari pihak mana), dua puluh orang lainya ikut meninggal bersama beliau (dari berbagai sumber).

Muhammad-Said-Ramadhan-Al-Buthi-Crop

sumber gambar : http://www.hasanalbanna.com/harokah/wp-content/uploads/2012/02/Muhammad-Said-Ramadhan-Al-Buthi-Crop.jpg

Seperti yang saya tulis diatas bahwa kaderisasi ulama sangat susah, ketika seorang ulama (sebetulnya kalimat yang pas adalah ‘alim’, ulama adalah bentuk jama/plural dari alim) meninggal belum tentu ada pengganti yang kredibilitas dan kafasitasnya sama dengan ulama yang meninggal tersebut. berbeda dengan pejabat, belum sampai pada akhir masa jabatan calon pengganti sudah berjubel, antri bahkan dengan cara kurang bersih.

Walaupun Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi telah meninggal dunia dan belum tentu ada kader baru (murid beliau banyak jumlahnya dan tersebar diseluruh dunia) yang bisa mengisi kekosongan yang beliau tinggalkan, ternyata beliau telah meninggalkan bentuk kaderisasi lain yaitu berupa tulisan.

Ada banyak buku yang beliau tulis, satu diantaranya yang saya miliki (sudah saya baca tahun 2009 tapi baru saya beli awal bulan kemarin di Islamic Book Fair) adalah Fiqih Siroh. Mudah-mudahan buku yang beliau tinggalakan bisa menjadi media perpindahan/pewarisan ilmu antar generasi. Sebab, salah satu tanda kiamat adalah lenyapnya ilmu yang ditandai dengan  meninggalnya para ulama.

IMG0103A

Jadi, tidak masalah para ulama itu meninggal, sebab kematian adalah keniscayaan. Tidak bisa dimajukan atau dimundurkan barang sedetik. Sebab bagi kematian hanyalah sebab, tapi waktu kematian adalah limit yang sudah digariskan Allah swt untuk hamba-hambanya.

Yang jadi masalah adalah kita yang masih hidup. Mampu dan mau kah kita meneladani dan meneruskan perjuangan mereka? bahkan, kalu bisa menempati posisi kosong yang mereka tinggalkan. Jika bisa, Al-hamdulillah. Jika, tidak bisa, maka didiklah anak, cucu, saudara, murid atau siapapun untuk bisa menjadi ulama. Baca entri selengkapnya »

Buku Perang Sabil di Nusantara, telah tiba

Minggu Kemarin, Kamis, 14 Maret 2013 M – 2 Jumadil Awwal 1434 H, buku Buku Perang Sabil di Nusantara telah tiba, dikirim dari Penerbit Media Madania. Kebetulan, saya sedang berada di luar kota dan baru membuka kiriman tersebut Ahad malam. Karena berbagai kesibukan menyita waktu sehingga cukup sulit untuk sekedar menambah posting, baru sekarang buku ini naik ke blog.

perang sabil1a

Buku ini Ditulis oleh Mualimbunsu Syam Muhammad. Beliau, Melalui Kopral Cepot dengan blog-nya http://serbasejarah.wordpress.com memberikan 30 buku secara gratis untuk jamaah serba sejarah (meminjam istilah Kopral Cepot). Saya, ternyata salah satu yang mendapat buku ini dan sudah sampai ke tangan saya.

perang sabil2a

Saya ucapkan terima kasih kepada Kopral Cepot yang memasukan nama saya ke dalam list penerima buku ini. Saya juga ucapkan terima kepada Mualimbunsu Syam Muhammad yang telah menghadiahkan bukunya, Saya juga ucapkan terima kepada penerbit Media Madania yang telah menerbitkan buku ini sehingga tersedia dalam khazanah perbukuan Indonesia. Saya berdoa semoga Allah Swt. membalas kebaikan Anda semua dengan balasan yang berlipat ganda.

Buku Perang Sabil di Nusantara ini sedang saya baca dan belum tamat, jadi belum ada review, ulasan, bedah atupun kritik dalam posting ini, alasan lain agak susah membagi waktu bulan maret ini, pekerjaan sedang menumpuk. Mudah-mudahan ke depan bisa saya posting. Untuk yang penasaran tentang buku ini silahkan kunjungi blog Kopral Cepot di Link ini http://serbasejarah.wordpress.com/2013/02/25/motivasi-perang-sabil-di-nusantara/

Yang pasti, saya merekomendasikan buku ini untuk Anda miliki, untuk menambah wawasan dan memperluas cakrawala berfikir terutama menyangkut sejarah bangsa kita baik dimasa lampau, masa kini dan masa mendatang. Paling tidak, jika Anda berkomentar, mengeluarkan ide atau berbicara ada dasar ilmiah yang Anda jadikan sandaran, bukan sekedar katanya yang menjadi tanda bahwa anda kurang membaca.

Ayo Desain Rumah Sendiri dengan Google Sketch Up

ini posting asli hasil iseng, saya bukan desainer dan tidak punya latar belakang desain apalagi arsitektur, teknik sipil atau apalah namanya. tapi, saya adalah penganut kalimat, “Kalau orang lain bisa, saya juga pasti bisa!”

ya, kita juga pasti bisa, hanya kualitas akan berbeda antara amatir dengan profesional, antara pemula dengan master. wajar. yang ga wajar adalah punya mimpi tapi tidak mau realisasi, punya cita-cita tapi hanya berpangku tangan seperti si Kabayan.

walaupun si Kabayan orang Sunda, tapi orang Sunda bukan si Kabayan. jadi, saya mau bikin rumah dan mau mendesain sendiri rumah tersebut dengan Google Sketchup dan Sweet Home 3D.

ini hasil iseng-iseng mendesain amatiran.

******************

ini tampilan Google sketchup kosong

00

ini denah lama, yang baru lupa entah disimpan dimana. menggunakan Sweet Home 3D, tapi karena agak susah menggunakanya, terkesan kaku menurut saya tapi hasil karya orang lain yang saya lihat di internet bagus-bagus, ga jodoh kali ya. ini denah otomatis sama dia dikasih ukuran dan dikalikan panjang sama lebarnya.

denah dan ketrrangan

ini desain polos (dibuat selesai dalam sehari, soalnya lima bulan yang lalu pernah buat tapi banyak salahnya, jadi bikin lagi dari awal)

0

ini hasil tanpa loteng (gimana, bagus ga? kalau menurut saya sih bagus hehe…), untuk sementara ga pakai loteng, melihat dana, mungkin rencana jangka panjang pake loteng, jadi atap bagian tengah bersifat fleksibel bisa di angkat saat mau ditambah loteng.

1

2

3 Baca entri selengkapnya »

Islamic book fair 2013

menuju ummattt3

(sumber gambar : http://www.islamic-bookfair.com/images/menuju%20ummattt3.jpg)

Ahad, tanggal 3 Maret 2013 M – 22 Rabiul Akhir 1434 H sempat mengunjungi Islamic Book Fair di Istora Gelora Bung Karno Senayan. Alhamdulillah ada buku yang dibawa pulang dan hampir semuanya berbahasa arab. Walaupun tidak begitu banyak tapi cukuplah untuk sekedar menghilangkan dahaga ilmiah.

Diantara buku-buku yang bisa saya bawa pulang:

(saya beli sendiri, uangnya dari saku hehehe…)

IMG0098A

التربية على منهج أهل السنة (Tarbiyah/pendidikan berdasar manhaj ahli sunah, penulis Dr. Ahmad Farid, bagus ini buku, baru baca muqodimahnya saja sudah menggugah, recomend lah tapi berbahasa arab, mungkin terjemahanya sudah ada) recomend

IMG0097A

صور من حياة التابعين  (gambaran kehidupan para tabiin, penulis Dr. Abdurrahman Ra`fat Basya (alm.). sebenarnya saya sudah punya ebook PDF, karena saya termasuk maniak buku biografi maka saya bela-belain harus beli.

ada yang menggelitik saya dari buku ini, penulis menempatkan Atho bin Abi Rabah, pada nomor pertama. beliau adalah seorang ulama besar dari kalangan tabiin, mantan budak berkulit hitam. tapi keilmuan beliau sungguh luar biasa. sampai-sampai Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik melarang orang untuk memberi fatwa kecuali Atho bin Abi Rabah.

Islam tidak memandang warna kulit, status, ekonomi, dll. yang paling tinggi derajatnya yang paling bertakwa kepada Allah, kisah ini bisa dijadikan motivasi untuk maju dan sukses, seperti apapun latar belakang kita.

saya sangat mengapresiasi Dr. Abdurrahman Ra`fat Basya (alm.) selaku penulis buku ini. pokonya recomend banget lah. kalau mau download ebooknya silahkan melalui link ini http://ia600702.us.archive.org/13/items/suhatasuhata/suhata.pdf (kalau sudah ada dana silahkan beli buku aslinya, mungkin terjemahanya sudah ada.) Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.